Arianto Adipurwanto is an Indonesian writer and educator from Selebung, North Lombok. In 2017, he was invited to participate in the Literature & Ideas Festival (LIFE) at Salihara, Jakarta. His short story collection Bugiali, published by Pustaka Jaya in 2018, was among the top five in the Kusala Sastra Khatulistiwa 2019 awards. His second book, Iblis Tanah Suci, published by Diva Press in 2024, was shortlisted for the Kusala Sastra Khatulistiwa 2025, a finalist for the Ayu Utami Literary Prize, and nominated for the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology Literary Award in 2024. He is active with the Akarpohon Community in Mataram, NTB, and teaches at MTsN 1 Kota Bima. He completed his undergrad in Indonesian Language & Literature Education at the University of Mataram.
Arianto Adipurwanto adalah penulis dan pendidik asal Indonesia dari Selebung, Lombok Utara. Pada 2017, ia diundang untuk berpartisipasi dalam Literature & Ideas Festival (LIFE) di Salihara, Jakarta. Kumpulan cerpennya Bugiali, yang diterbitkan oleh Pustaka Jaya pada 2018, masuk lima besar penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2019. Buku keduanya, Iblis Tanah Suci, terbit melalui Diva Press pada 2024 dan masuk daftar pendek Kusala Sastra Khatulistiwa 2025, menjadi finalis Hadiah Sastra Ayu Utami, serta nomine Penghargaan Sastra Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 2024. Saat ini, ia aktif di Komunitas Akarpohon, Mataram, Nusa Tenggara Barat, dan mengajar di MTsN 1 Kota Bima. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Mataram.














































