Ni Nyoman Ayu Suciartini is an Indonesian children's book writer and lecturer who believes writing is a way to "find oneself." Her novel Biang won the Unsapress novel competition and was nominated for the 2022 Ministry of Education and Culture Literary Award for Best Novel, while Racun Puan caught the Jakarta Arts Council's attention in 2021. She's also an active voice for positive journalism, winning the 2022 Balebengong citizen journalism award and a 2024 orator's award for speaking out on the constraints faced by women under Indonesia's KIA Law. Her children's books include Mimpi itu Gratis, Pantai yang Kurindukan, Bersinar di Timur Pulau Bali, Perjalanan Si Cerry, and the trilingual Luh Ayu Manik Mas Melawan Sampah Plastik, alongside her novel Tutur Tantri, launched at the 2025 Ubud Writers & Readers Festival, which helped revive Bali's ancestral Tantri oral tradition.
Ni Nyoman Ayu Suciartini adalah penulis buku anak dan dosen asal Indonesia yang percaya bahwa menulis adalah cara untuk "menemukan diri." Novelnya, Biang, meraih juara sayembara novel Unsapress dan dinominasikan dalam Penghargaan Sastra Kemendikbud 2022 kategori Novel Terbaik, sementara Racun Puan menarik perhatian dewan juri Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada 2021. Ia juga aktif menyuarakan jurnalisme positif, memenangi Anugerah Jurnalisme Warga Balebengong 2022 dan penghargaan orator terbaik 2024 untuk suaranya mengenai belenggu perempuan dalam Undang-Undang KIA. Buku-buku anaknya meliputi Mimpi itu Gratis, Pantai yang Kurindukan, Bersinar di Timur Pulau Bali, Perjalanan Si Cerry, dan Luh Ayu Manik Mas Melawan Sampah Plastik yang terbit dalam tiga bahasa, di samping novelnya, Tutur Tantri, yang diluncurkan dalam Ubud Writers & Readers Festival 2025 dan turut membangkitkan kembali tutur leluhur Tantri di Bali.




























